kakak adik
Parenting

Adik Dianggap Saingan? Ini Cara Mencegahnya

Ketika mendengar bahwa Anda sedang hamil anak kedua, hal ini akan menjadi berita membahagiakan untuk Anda. Apalagi bagi Anda yang sudah mengidamkannya karena melihat keluarga dengan beberapa anak saat sedang berwisata ke Tempat Hiburan Anak di Jakarta. Namun, ternyata belum tentu semua anggota keluarga menyambut gembira kabar tersebut. Salah satu contohnya adalah kakak yang belum tentu bisa menerima kehadiran adiknya dengan baik. Bahkan, menganggap adiknya sebagai saingan.

Nah, kalau Anda mengalami hal tersebut, tentunya keluarga Anda akan menjadi tidak sehat, kan? Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa mencegahnya dengan beberapa cara berikut ini:

  • Kenalkan kakak pada adiknya sejak dini

Dari sejak Anda mengetahui kehamilan kedua, sebaiknya segera perkenalkan pada anak pertama Anda. Katakan bahwa sebentar lagi ia akan memiliki teman bermain. Mengenalkannya sejak dini, akan membuat anak ikut menanti kehadiran adiknya. Sehingga akan membuatnya menyayangi adiknya tersebut ketika lahir nanti. Anda juga bisa menceritakan beragam kisah seru memiliki seorang adik untuk membuatnya lebih mudah menerima kehadiran adiknya nanti.

  • Jangan abaikan kakak

Baik saat hamil maupun setelah melahirkan, Anda harus memastikan bahwa sang kakak tidak merasa terabaikan akibat hadirnya adik. Misalnya ketika kakak mengajak Anda bermain, jangan menolaknya dengan alasan kehamilan atau karena sedang sibuk mengurus adik. Jika kakak mengajak Anda bermain yang akan berisiko membahayakan kehamilan, maka Anda bisa menolaknya dengan memberikan pengertian secara perlahan, tetapi kemudian alihkan dengan permainan lain yang lebih aman. Sementara, jika Anda sedang sibuk mengurus adik dan kakak mengajak Anda bermain, Anda bisa mengajak kakak untuk mengurus adik bersama atau kalau memungkinkan, serahkan terlebih dahulu urusan adik pada pasangan.

  • Melibatkan kakak saat merawat adik

Mengurus bayi memang tidak mudah, tetapi ada baiknya jika Anda melibatkan kakak dalam mengurus adik. Setidaknya untuk melakukan hal kecil. Misalnya seperti mengambilkan popok, membawa peralatan mandi, dan sebagainya.

  • Tetap melakukan rutinitas

Jika Anda dan sang kakak sudah memiliki rutinitas, jangan hilangkan rutinitas tersebut hanya karena kehadiran adik. Apalagi jika rutinitas tersebut disukai oleh sang kakak. Namun, mungkin Anda bisa mengatur durasinya atau jenis kgiatannya agar adik bisa ikut serta atau jika Anda masih hamil, aman untuk kehamilan Anda.

Tidak mudah memang menghilangkan rasa cemburu kakak terutama jika ia sudah menjadi anak semata wayang hingga bertahun-tahun. Namun semoga dengan menerapkan cara di atas, dapat membantu Anda mengatasinya ya! (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *