Pernahkah Anda ditawarkan asuransi oleh agen asuransi via telepon? Bagi Anda pemilik rekening di bank ataupun kartu kredit pasti pernah mengalaminya. Memang, penawaran asuransi jiwa ataupun asuransi jiwa syariah via telepon ini terdengar menguntungkan dan praktis. Karena Anda tidak perlu pergi ke mana-mana tetapi bisa mendapatkan perlindungan polis asuransi sesuai dengan asuransi yang ditawarkan.agen asuransi

Namun, jangan lakukan kesalahan dalam membuat asuransi seperti mudah tergiur oleh kelebihan yang disebutkan oleh agen karena tidak semua agen benar-benar menawarkan dengan cara yang jujur. Banyak juga agen asuransi yang nakal dan hanya memberikan informasi mengenai keuntungan asuransi tersebut saja. Tidak hanya itu, ada juga agen asuransi yang menyembunyikan berbagai fakta penting mengenai asuransi yang pada akhirnya merugikan Anda.

Untuk mengatasi masalah tersebut, saat ini AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dan AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) menerapkan aturan mengikuti pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi pada seluruh agen asuransi. Untuk agen asuransi yang memasarkan hanya produk asuransi jiwa saja, diharapkan untuk memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh AAJI. Sementara untuk agen asuransi yang menawarkan produk asuransi umum, pelatihan dan sertifikasi akan diatur oleh AAUI.

Sertifikasi agen asuransi ini sebenarnya sudah diterapkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai pengawas berbagai produk keuangan perbankan dan non perbankan di Indonesia. Sayangnya, masih banyak agen asuransi yang mengabaikannya. Begitu juga dengan konsumen yang tidak terlalu peduli apakah agen asuransi yang menawarkan produk asuransi padanya sudah bersertifikasi atau belum.

Padahal, tujuan utama dari sertifikasi ini adalah untuk melindungi konsumen dari kemungkinan mengalami kerugian akibat dari perilaku nakal agen asuransi yang hanya mengejar keuntungan. Sebab sebelum mendapatkan sertifikat, agen asuransi akan mendapatkan pelatihan dan juga mengikuti ujian. Jika agen tersebut dinyatakan lulus, maka sertifikat akan diberikan. Dengan adanya sertifikasi ini, agen akan terikat pada tanggungjawabnya untuk menjalankan profesinya secara jujur dan profesional. Selain itu, agen yang tidak bersertifikasi sebenarnya tidak diizinkan untuk menjual atau mengirimkan penawaran produk, apalagi jika sampai menandatangani kontrak kerjasama.

Lalu, bagaimana untuk kasus di atas? Yaitu penawaran asuransi via telepon yang akhirnya merugikan?

Jika Anda memang tertarik dengan penawaran asuransi tersebut, ada baiknya jika Anda lebih kritis dan tidak hanya menanyakan tentang keuntungannya saja, tetapi juga mengenai kekurangannya. Selain itu, pastikan juga bahwa agen yang menawarkan produk sudah tersertifikasi. Jika Anda sudah merasa yakin, tidak ada salahnya jika menerima tawaran polis asuransi tersebut. Sebb meskipun banyak agen asuransi via telepon yang nakal, tetapi banyak juga agen asuransi yang bekerja dengan cara profesional. Jadi, pintar-pintarnya Anda saja untuk menentukan. (Vita)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *