anak pemberani
Parenting

Anak Terlalu Berani, Haruskah Bangga?

“Wah, hebat ya anaknya tidak takut apa-apa. Pemberani!”. Sebagai orangtua, Anda mungkin merasa bangga ketika sedang berada di tempat hiburan anak di Jakarta ada yang memuji anak Anda seperti itu. Tidak hanya Anda, anak juga pastinya akan merasa percaya diri ketika mendengar pujian tersebut. Namun, haruskah hal tersebut menjadi kebanggaan? Ataukah justru harus diwaspadai?

Dikutip dari situs nakita.grid.id, ternyata anak yang terlalu pemberani justru harus diwaspadai. Terutama pada anak yang perkembangan otaknya belum benar-benar sempurna. Sebab, pada masa tersebut anak belum bisa membedakan apakah ia berani atau nekat.. Artinya, anak melakukan sesuatu bukan karena berani, melainkan karena anak tidak menyadari bahaya atau ancaman dibalik tindakannya tersebut. Itulah sebabnya, anak pada usia batita (bawah tiga tahun) pada umumnya berani untuk melakukan berbagai tindakan yang bahkan orang dewasa saja takut melakukannya.

Sebenarnya hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar pada usianya dan memang termasuk bagian dari pembelajaran serta perkembangannya. Sayangnya, banyak orangtua yang tidak menyadari aksi nekat anak dan hanya mengira bahwa anak berani. Bahkan, orangtua juga terkadang tidak memikirkan konsekuensi dari apa yang dilakukan oleh anak. Atau terkadang, orangtua lengah dalam mengawasi anak sehingga akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa anak.

Padahal, untuk anak dengan tingkat keberanian yang berlebihan seperti ini, pengawasan orangtua sangat diperlukan. Terutama ketika ada banyak hal baru di sekitar anak. Sebab biasanya anak akan melakukan berbagai hal akarena terpancing oleh rasa keingintahuannya. Dengan pengawasan dari orangtua, maka Anda bisa memberikannya pengertian ketika anak akan melakukan sesuatu yang berbahaya.

Namun, waspada juga dalam memberikannya pengertian. Sebab, apa yang Anda katakan akan bisa mengubah peemikirannya mengenai suatu hal. Bahkan bisa membuat anak menjadi takut. Misalnya ketika anak berani untuk pergi ke mana pun sendiri saat sedang berwisata, untuk menjaga agar anak selalu berada dekat dengan Anda, Anda mengatakan pada anak kalau dia terlalu jauh bisa diculik. Makaa anak bisa berpikir jika dia sendirian, maka dia akan diculik. Hal ini bisa membuat anak menjadi takut untuk bepergian sendirian.

Jadi, haruskah bangga memiliki anak yang terlalu pemberani? Tentu saja iya, apapun kondisi anak Anda, Anda tetap harus bangga padanya. Hanyaa saja, anak dengan kondisi seperti ini membutuhkan perhatian lebih dari Anda sebagai orangtuanya. Semoga bermanfaat. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *