Entertainment

Film Horor pada Siang Hari, Ini Dia Ulasan tentang Midsommar

Jika membicarakan tentang film horor, yang terlintas di kepala kamu pasti hantu, kegelapan, jumpscare dan segala hal yang dapat membuat kamu merinding menontonnya. Ya, pada umumnya film horor memang pasti akan berbau hal-hal yang disebutkan sebelumnya, namun tidak dengan film horor yang satu ini. Film buatan Ari Aster yang berjudul Midsommar ini memiliki tonewarna yang terang karena lebih banyak diambil pada siang hari. namun, sensasi menyeramkannya tidak kalah dengan film-film horor yang lainnya. Setelah film pertamanya, Hereditary, setiap orang pastinya memiliki ekspektasi yang tinggi untuk film terbarunya dari Ari Aster. Namun,Ari merubah ekspektasi semua orang dengan konsep horor yang berbeda dari biasanya.

 

Film ini menceritakan tentang sekelompok anak muda yang pergi berlibur ke desa kecil di daerah Halsingland, Swedia. Di desa kecil ini, mereka diyakini untuk merayakan festival tengah musim panas yang biasa disebut dengan Midsommaryang dalam bahasa Inggris artinya Midsummeratau musim panas. Awalnya sekelompok teman ini merasa sangat tertarik akan lingkungan yang dimiliki oleh desa ini karena setiap penduduknya menggunakan warna putih dan kebersamaan yang terlihat sangat erat antara satu dengan yang lainnya. Namun, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyadari beberapa hal aneh di dalamnya.Bukan perkara mudah membuat suasana menegangkan dalam suasana terang benderang, seperti di Midsommar. Pasalnya, warna cerah kerap mendominasi di film ini, yang seharusnya warna-warna semacam itu muncul di film dengan tema yang lebih berbahagia ketimbang Midsommar.

 

 

Film horor yang satu ini memang tidak menyisipkan keseraman akan dihantui oleh sosok gaib dan adegan-adegan spiritual yang mengagetkan. Namun konten yang ditawarkan dari film ini sendiri sudah sangat menyeramkan dan membuat kita para penontonnya terganggu dan tidak nyaman secara psikis karena harus dihadapkan hal-hal yang tidak menyedapkan untuk dilihat. Sangat banyak adegan-adegan yang dapat membuat para penontonnya kaget akan kebrutalan dan keanehan yang dimiliki oleh sekelompok warga di desa kecil ini. Saking intensenya adegan-adegan nyeleneh yang ditawarkan dari film ini, bioskop di Indonesia bahkan sampai memotong 9 menit durasi untuk menyensornya.Meskipun begitu,  film ini tidak kehilangan esensinya sebagai sebuah film horor, karena Midsommar ini tetap menyeramkan dengan caranya sendiri.

 

Secara keseluruhan, Midsommar ini tetap menyeramkan dan menegangkan tanpa adanya sosok gaib dan jumpscareyang biasanya menjadi suatu ciri khas film horor. Sensor yang diberikan pada film ini tidak mengurangi ketegangan dan keseraman yang disuguhkan Aster. Jika kamu merasa sangat penasaran, silakan menonton film ini di bioskop terdekat dan rasakan sensasinya sendiri. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *