Parenting

Ini Cara Mengajarkan Anak Untuk Bertanggung Jawab

“Masih kecil, jadi wajar kalau masih nakal”. Anda mungkin sering mendengar orangtua yang mengatakan hal tersebut saat berada di arena hiburan keluarga. Memang, anak kecil aktif dan terkadang nakal adalah hal yang wajar. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya mengajarkan anak untuk bersikap baik harus dilakukan sejak dini? Termasuk juga mengajarkan rasa tanggung jawab.membereskan mainan

Yap, mengajarkan hal baik tersebut sejak dini akan membuat anak merasa hal itu adalah suatu keharusan sehingga anak akan merasa tidak nyaman jika tidak melakukannya. Namun tentunya, tanggung jawab yang dimaksud akan sesuai dengan usia anak. Sebab, jika Anda terlalu memaksakan anak untuk belajar, anak justru akan memberontak dan melawan.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak untuk bertanggung jawab? Berikut ini adalah beberapa caranya:

  • Membereskan barang-barangnya sendiri

Banyak orang yang menganggap bahwa rumah berantakan karena ada anak kecil adalah hal yang wajar. Padahal, Anda bisa loh melatih anak untuk membereskan mainannya sendiri. Namun tentunya, Anda juga harus aktif saat meminta anak melakukannya. Misalnya dengan mengajaknya membereskan mainan bersama-sama.

  • Minta anak melakukan beberapa hal sendiri

Secara perlahan, Anda bisa mulai meminta anak untuk melakukan sendiri apa yang bisa dia lakukan. Misalnya dengan makan sendiri, menggunakan seragamnya sendiri, memakai sepatu sendiri, dan berbagai hal sederhana lainnya.

  • Meletakkan benda di tempatnya

Banyak anak yang sembarangan saja meletakkan benada-benda miliknya yang akhirnya nanti membuatnya bingung saat membutuhkannya. Ada baiknya jika Anda mulai melatih anak untuk menyimpan semua barang-barangnya sendiri tanpa Anda bantu. Jika anak ceroboh hingga akhirnya kebingungan mencari, Anda bisa membantunya sambil memberikan pengertian bahwa ini adalah karena kesalahannya karena meletakkan barang sembarangan.

Selain ketiga hal di atas, Anda juga bisa melatih tanggung jawab anak dengan mengajaknya ke Kidzania. Di sini, anak bisa mencoba berbagai profesi yang menarik dan menantang. Misalnya saja saat belajar menghadapi gempa di establishment Earthquake Survival Institute, mereka akan lebih tahu cara melindungi diri bencana alam dan membangun rasa solidaritas untuk membantu sesama. Selain mendapatkan berbagai pengalaman baru, anak juga akan belajar bertanggung jawab untuk menjalankan peran yang dipilihnya secara profesional. Meskipun saat itu anak menemui kendala, anak tetap harus menjalankan perannya dengan baik. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *