boba
Health and Beauty

Ini Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan dari Bubble Tea

Tidak bisa disangkal, kemunculan bubble tea dengan berbagai nama dan rasa merupakan fenomena yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sulit rasanya untuk menjauhi minuman ini, sebab Anda pastinya ingin mencicipinya satu persatu. Rasa manis dari boba dan juga tekstur kenyalnya pasti membuat Anda ketagihan. Hanya saja, meski Anda sudah melindungi diri dengan asuransi all in one, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi bubble tea setiap hari. Ada berbagai dampak kesehatan yang mengintai dibalik konsumsi boba, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Naiknya berat badan.

Mengonsumsi bubble tea setiap hari bisa membuat berat Anda meningkat dan berisiko obesitas. Pasalnya, di dalam satu sajian bubble tea terdapat banyak sekali kalori serta gula. Bayangkan saja, asupan kalori ini tak hanya berasal dari perisa, tetapi juga dari boba, brown sugar yang ditambahkan, dan topping lainnya. Inilah alasan mengapa Anda harus membatasi konsumsinya setiap hari. Sebab jika terus dibiarkan, tak hanya obesitas yang mengintai tetapi juga gangguan metabolik.

 

  1. Diabetes melitus.

Menurut American Hearts Associaton, kebutuhan gula untuk pria perhari-nya adalah 150 kcal dan untuk perempuan adalah 100/kcal. Sementara, gula yang terkandung di dalam satu sajian bubble tea adalah 299 kcal. Tinggi sekali, kan? Nah, ketika tubuh terbiasa mengonsumsi minuman ini setiap hari, maka kadar gula dalam darah bisa melonjak dan bisa membuat Anda terkena diabetes melitus atau penyakit kencing manis.

 

  1. Gangguan pencernaan.

Boba atau bubble pada minuman ini terbuat dari tapioka yang kenyal. Ada sensasi tersendiri ketika mengunyah boba,hanya saja Anda pun harus tahu bahayanya. Boba sangat sulit dicerna sehingga jika terlalu sering dikonsumsi, maka sisanya akan mengendap di pencernaan. Alhasil, Anda menjadi sembelit atau konstipasi.

 

Setelah membaca artikel di atas, sekarang Anda sudah tahu kan bahaya dari mengonsumsi bubble tea secara berlebihan? Boleh saja mengonsumsinya sesekali—misalnya sebulan sekali, asal imbangi juga dengan mengonsumsi air putih atau jus buah. Semoga membantu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *