aki mobil
Automotive

Mengenal Istilah Self Discharge Aki Kendaraan

Aki menjadi komponen penting kendaraan karena sebagus apapun kendaraan Anda tetap tidak akan bisa digunakan jika komponen ini rusak. Itulah sebabnya, ketika komponen ini mulai bermasalah, banyak yang akan langsung menggantinya dengan yang baru. Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami masalah mogok saat digunakan sehingga harus memanfaatkan jasa derek dari asuransi mobil Anda untuk membawa mobil ke bengkel terdekat. Namun sebenarnya, tidak semua aki yang mulai bermasalah itu berarti harus diganti, loh! Kenyataannya ada aki yang hanya perlu dilakukan charging karena mengalami self discharge.

Self discharge? Itu istilah apa ya? Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasannya.

Self discharge adalah kondisi di mana aki tetap mengalirkan listrik meskipun sedang tidak melakukan aktivitas apapun. Misalnya mobil dalam kondisi berhenti dan parkir, aki mobil sebenarnya tetap mengalami self discharge. Besaran arus listrik yang keluar saat proses ini juga bisa beragam karena dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

  • Instrumen mobil

Meskipun mobil dalam kondisi berhenti, tetapi alarm mobil tetap membutuhkan sistem listrik. Semakin banyak instrumen mobil lain yang menyala, maka akan semakin besar pula jumlah self discharge pada aki kendaraan.

  • Suhu sekitar aki

Semakin tinggi suhu di sekitar aki, maka semakin besar pula nilai self discharge yang terjadi. Itulah sebabnya, sangat disarankan jika Anda menghindari tempaat parkir dengan suhu yang tinggi seperti di luar ruangan. Sebab, selain dapat mempercepat proses self discharge, parkir di bawah terik matahari juga dapat mempercepat pudarnya warna caat mobil.

  • Usia aki

Aki memiliki usia pakai, meskipun aki basah yang dapat diisi ulang sekalipun. Semakin tua usia aki, maka nilai self discharge yang terjadi juga akan semakin tinggi.

  • Material cairan aki

Berbeda dengan aki kering yang tidak melalui proses isi ulang, aki basaha perlu diisi ulang menggunakan cairan elektrolit. Jika kualitas cairan elektrolit yang digunakan mengandung banyak logam, maka proses self discharge akan semakin besar.

Selain 4 hal di atas, kualitas aki juga berpengaruh pada kemampuan aki menahan terjadinya self discharge. Jika aki Anda mengalami hal ini, tidak perlu panik atau langsung menggantinya dengan yang baru. Sebab Anda bisa mengatasinya dengan melakukan charging. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *