martabak bangka hok lo pan
Travelling

Ragam Kuliner Pulau Bangka dari Suku Tionghoa

Tahukah kamu jika Tionghoa merupakan suku terbesar kedua di Kepulauan Bangka Belitung? Yap, tak mengherankan bila banyak sekali pilihan chinese food maupun panganan akulturasi Tionghoa-Melayu yang bisa kamu temukan di berbagai restoran di Pangkalpinang. Nah, daftar berikut merupakan ragam kuliner di Pulau Bangka yang sebagian atau seluruhnya berasal dari resep orang-orang Tionghoa.

Simak lebih lanjut penjelasannya di bawah ini sebelum kamu berkunjung ke Kota Pangkalpinang di Pulau Bangka, ya!

  1. Hok Lo Pan. Hok lo pan memiliki makna harfiah “kue orang Hoklo”. Jadi, panganan ini merujuk pada camilan yang dibuat oleh orang Hoklo sebagai keturunan Tionghoa. Namun, pedagang hok lo pan di masa lampau sebetulnya bukanlah orang Hoklo, melainkan orang Hakka yang banyak menghuni Pulau Bangka. Kalau melihat bentuknya, kamu mungkin tak akan asing lagi dengan kuliner satu ini. Pasalnya, hok lo pan merupakan nama lain dari martabak bangka. Ya, martabak bangka, terang bulan, atau martabak manis sebetulnya disebut hok lo pan di Pulau Bangka. Akan tetapi, hok lo pan tradisional hanya memiliki topping wijen dan gula pasir.
  2. Bong Li Piang. Bong li memiliki arti harfiah nanas, sementara piang berarti kue kering. Jadi, bong li piang adalah kue kering yang berisi selai nanas. Camilan ini juga merupakan pencampuran kuliner dari orang Hakka (keturunan Tionghoa) dan Melayu. Secara tekstur, camilan ini mirip seperti kue bantal; empuk. Namun secara cita rasa, bong li piang menawarkan kesan manis dan sedikit gurih. Hal ini disebabkan oleh bahan bakunya, yakni terigu, santan, gula aren, dan nanas. Kamu bisa mencoba icip kue ini ketika wisata kuliner di Pangkalpinang atau membawanya pulang sebagai oleh-oleh—semacam buah merah atau sarang semut yang bisa kamu jadikan oleh-oleh dari Kota Jayapura.
  3. Tew Fu Sui. Kalau kedua kuliner di atas berupa camilan, maka kuliner satu ini adalah minuman. Ya, tew fu sui merupakan air tahu. Minuman dari budaya Tionghoa satu ini terbuat dari susu kedelai. Meski bernama susu kedelai, tew fu sui punya cita rasa yang sedikit berbeda dari susu kedelai lokal, lho. Pasalnya, rasa kacang kedelai dalam tew fu sui tidak terlalu kencang.

Itu dia 3 macam kuliner Pulau Bangka yang berasal dari Suku Tionghoa. Sudah tahu mau coba panganan yang mana? Selamat berlibur, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *