bubur ayam
Health and Beauty

Senang Sarapan Bubur? Cari Tahu soal Faktanya, yuk!

Ada banyak cara orang menikmati sarapan pagi. Beberapa cenderung hanya mau mencamil panganan ringan seperti roti atau kue-kuean yang ditemani dengan secangkir teh atau kopi, sebagian lagi senang makan sereal atau snack pillows yang manis untuk menambah energi pagi. Namun, ada pula yang senang ‘makan berat’ seperti sepiring nasi kuning atau semangkuk bubur ayam. Manakah tipe sarapan ideal Anda?

Jika Anda gemar sarapan bubur, yuk ketahui dulu fakta-fakta tentang mengonsumsi makanan dari nasi yang dilembutkan dan diberi berbagai pelengkap ini.

  1. Rendah kalori. Dikutip dari laman Hello Sehat, semangkuk bubur polos hanya mengandung sekitar 138 kalori. Jumlah ini tentu jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan menu sarapan ‘makan berat’ lainnya seperti nasi goreng, nasi uduk, ataupun nasi kuning. Pasalnya, sepiring nasi putih saja sudah mengandung sekitar 242 kalori. Pun jika ditambahkan dengan pelengkap seperti suwiran daging ayam, kacang kedelai, daun bawang, bawang goreng, kuah kaldu, cakwe, dan kerupuk, estimasi kalori semangkuk bubur ayam berkisar 290 saja.
  2. Buat cepat lapar. Rendahnya kalori semangkuk bubur ayam memang baik untuk kebutuhan kalori harian Anda. Akan tetapi, makanan rebusan ini kekurangan sumber vitamin, protein, mineral, dan zat gizi lain yang tubuh Anda butuhkan. Tak ayal, rasa kenyang yang ditawarkan oleh semangkuk bubur ayam tidak mampu bertahan lama. Alhasil, Anda akan cepat merasakan lapar kembali meski baru saja mengonsumsi semangkuk bubur ayam beberapa jam yang lalu.
  3. Picu kenaikan gula darah. Level atau tingkat gula darah Anda dapat diukur dari indeks glikemik makanan yang Anda konsumsi (Dokter Sehat). Semakin tinggi indeks glikemik sebuah panganan, maka semakin cepat pula ia tecerna tubuh sekaligus tingkatkan kadar gula darah. Nah, bubur yang diolah dengan rebusan memiliki indeks glikemik yang tinggi. Tak mengherankan bila mengonsumsi semangkuk bubur ayam di pagi hari dapat memicu kenaikan gula darah Anda dengan cepat. Oleh sebab itu, bila Anda mengidap diabetes atau pra-diabetes, sebaiknya Anda menghindari konsumsi bubur ayam secara rutin setiap harinya, ya.

Demikianlah ulasan tentang fakta-fakta bubur ayam yang patut Anda ketahui. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda hidup jadi lebih sehat dan memerhatikan menu sarapan Anda, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *