cabin crew secret bed room
Travelling

Serba-serbi Long Haul Flight yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Long haul flight—atau penerbangan jarak jauh—adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan satu perjalanan udara tanpa henti dari titik A ke titik B dengan waktu tempuh lebih dari delapan jam. Saat ini, rute penerbangan terjauh dipegang oleh Singapore Airlines, dengan nomor penerbangan SQ22, dari Changi menuju Newark di New Jersey.

Penerbangan jarak jauh cukup banyak ditawarkan sejumlah maskapai internasional sebab layanan ini menawarkan efektivitas biaya yang lebih baik. Pasalnya, maskapai dapat menghemat pengeluaran untuk avtur juga biaya sewa slot di bandara saat melakukan transit. Tapi, tahukah kamu beberapa rahasia dari penerbangan jenis ini? Kita kulik bersama, yuk!

Ada tempat tidur tersembunyi

Seperti pekerja kantoran, seorang kru kabin juga normalnya hanya boleh bekerja maksimal 8 jam sehari. Sementara untuk satu penerbangan saja, setiap kru perlu melakukan sejumlah aktivitas sebelum dan sesudah penerbangan itu sendiri. Jadi, di luar durasi penerbangan, seorang kru akan menghabiskan 4 hingga 5 jam untuk persiapan. Oleh karena itulah, dalam satu penerbangan jarak jauh, lazimnya ada 2 set kru yang bertugas.

Lantas, di manakah set atau kelompok kru kabin yang sedang tidak bertugas? Inilah rahasianya. Ternyata, di pesawat-pesawat berbadan besar yang dipakai untuk penerbangan jarak jauh—seperti A380, B787, dan lainnya—terdapat sejumlah tempat tidur rahasia untuk kelompok kru kabin yang sedang tidak bertugas.

Mengutip laman The Telegraph, pintu menuju ruangan tersebut bisa diakses dari ruangan kokpit. Sebagai gambaran, dalam pesawat A380 Qantas, terdapat 12 tempat tidur rahasia untuk kru kabin yang sedang tidak bertugas. Selain itu, armada ini juga punya ruang bertema Harry Potter untuk tempat beristirahat kru-kru long haul flights-nya. Hm, menarik, ya?

Autopilot bekerja lebih banyak dari seorang pilot

Fitur autopilot diciptakan manufaktur pesawat terrbang untuk membantu pilot dalam mengoperasikan pesawat saat di udara. Mode ini juga dibuat untuk meminimalisir kecelakaan karena kesalahan manusia (human error). Menurut Sam Bray, seorang pilot, dalam situs The Telegraph, normalnya mode autopilot digunakan setiap penerbang selama 90% dari total durasi sebuah perjalanan. Sehingga, pilot memiliki beban dan tanggung jawab ‘hanya’ saat akan menerbangkan dan mendaratkan pesawat. Walau terdengar mudah, fase ini adalah momen-momen paling krusial dari sebuah penerbangan.

Jadi, jangan heran jika suatu ketika kamu terbang dari Jakarta ke London dengan long haul flight kamu sebenarnya berada di dalam kendali autopilot, ya! Meskipun begitu, bukan berarti pilot tidak bekerja dan berdiam diri saja di kokpit selama pesawat mengudara, ya. Pasalnya, pilot dan ko-pilot tetap harus berkomunikasi dengan ATC juga pilot-pilot pesawat lain untuk menentukan arah yang bisa dilalui oleh pesawat yang dibawanya.

Gimana? Tertarik untuk coba penerbangan ini? (AP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *