Mengemudi kendaraan apapun membutuhkan kewaspadaan dan konsentrasi. Baik itu kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, apalagi kendaraan yang berukuran lebih besar lagi seperti Truk Colt Diesel yang biasanya membawa beban cukup berat. Itulah sebabnya, sangat tidak disarankan seseorang yang memiliki masalah pada konsentrasi dan kewaspadaan untuk mengemudi kendaraan apapun, misalnya saja karena menderita suatu penyakit tertentu seperti panic disorder.

Mungkin Anda berpikir panik ini sama dengan panik yang biasa Anda alami. Misalnya seperti panik ketika sedang pergi dan tiba-tiba teringat belum mengunci rumah, atau panik karena lupa memiliki janji penting dengan seseorang, atau panik lainnya. Jika memang sama, berarti hampir semua orang tidak boleh mengemudi dong? Kan semua orang pasti pernah mengalaminya?

Tenang, Anda yang pernah mengalami panik seperti itu tetap boleh mengemudi kok. Sebab kondisi tersebut termasuk ke dalam kategori panik yang biasa dan tidak terlalu membahayakan. Selain itu, panik tersebut biasanya hanya terjadi sesaat dan dikarenakan sebuah alasan yang jelas atau yang biasa disebut stressor. Ketika stressor tersebut hilang, maka rasa panik tersebut akan hilang.

Sementara, pada seseorang dengan kondisi panic disorder, serangan panik ini datang meskipun tanpa adanya stressor. Menurut situs alodokter dan klikdokter, ketika serangan panik ini datang, maka penderitanya akan mengalami beberapa gejala, antara lain:

  • Nyeri pada dada
  • Keringat yang berlebihan
  • Ketakutan yang irrasional akan suatu hal
  • Sesak napas
  • Denyut jantung berdetak cepat
  • Mati rasa
  • Kesemutan
  • Mual
  • Pusing atau sakit kepala
  • Sensasi atau perasaan seperti melayang
  • Otot menegang
  • Gemetar

Selain beberapa gejala di atas, penderitanya mungkin saja akan mengalami beberapa gejala lainnya. Serangan ini bisa berlangsung selama 5 sampi 10 menit, atau bahkan bisa lebih lama. Tidak hanya itu, serangan ini juga bisa terjadi secara berulang. Setelah serangan panik berangsur hilang, penderitanya akan merasa kelelahan. Selain itu, serangan ini bisa datang secara tiba-tiba tanpa suatu tanda. Itulah alasannya mengapa seseorang dengan kondisi panic disorder sangat tidak disarankan untuk mengemudi. Sebab, pada saat serangan datang, tentunya akan sangat berbahaya baginya maupun bagi pengguna jalan lainnya.

Panic disorder termasuk ke dalam gangguan kesehatan mental atau psikologis yang bisa terjadi akibat berbagai hal. Bukan hanya disebabkan oleh yang terjadi pada saat serangan panik itu datang. Itulah sebabnya, seseorang dengan kondisi ini sangat disarankan untuk menjalani proses pengobatan dengan bantuan dokter ahli jiwa atai psikiater. (Vita)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *